PYONGYANG - Paham komunis yang dianut oleh pemerintah Korea Utara menyebabkan segala sesuatunya harus diatur secara paksa oleh pemerintah. Tidak terkecuali layananan telekomunikasi yang menghubungkan Korut dengan dunia luar.

Diam-diam pemerintah tirani Korea Utara bersiap mendirikan jaringan telekomunikasi untuk menyediakan akses komunikasi seperti televisi, radio, telepon seluler, sampai internet untuk pejabat senior pemerintah maupun instansi militer. Namun tetap, semua dikendalikan penuh dan dibatasi oleh pemerintah pusat.

Seperti yang dilansir Guardian, Selasa (16/12/2008), pemerintah Korea Utara telah menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Mesir Orascom, untuk membangun jaringan seluler yang berbasis Third Generation (3G). Orascom sendiri telah menggelontorkan dana tidak kurang dari USD400 juta, atau sekira Rp4 triliun agar bisa berinvestasi di sana.

Negara di Asia Timur itu, memang terkenal ketat dalam menyeleksi perusahaan asing yang masuk ke negaranya. Apalagi pada tahun 2002, sebuah ponsel mampu menjadi pemicu kereta meledak. Peristiwa yang menewaskan 160 orang tersebut dituding merupakan aksi untuk membunuh Presiden Kim-Jong il. Padahal baru 18 bulan, ponsel baru diperbolehkan beroperasi.

Nantinya, jaringan ini juga dapat berfungsi sebagai pemantau daerah perbatasan dengan Korea Selatan, yang ditutup oleh pemerintah Korea Utara, untuk menghindari pelarian warga Korut ke Korsel. (srn)